Rabu, 20 Maret 2013

WAWASAN NUSANTARA

Wawasan Nusantara
            Wawasan nusantara merupakan bahasa yang berasal dari bahasa jawa yaitu wawas dengan mempunyai arti cara kita melihat dan memandang, maka kata wawasan bisa artikannya dengan bagaimana kita cara pandang dan cara lihat.

a.      Wawasan nasional suatu bangsa
Kehidupn negara pun akan pasti dipengaruhi oleh perkembangan lingkungan yang semakin modern, semakin maju,dan yang semakin strategi dan mau tidak mau wawasan pun harus dan mampu memberi ide, inspirasi pada suatu bangsa, untuk bagaimana menghadapi tantangan yang ada dan yang akan terjadi dalam mengsejahterakan dan untuk kemakmuran suatu bangsa tersebut.
            Dalam hasil referensi yang saya baca terdapat 3 cara mewujudkan aspirasi dan perjuangan dengan faktor penentu utama yang harus diperhatikan suatu bangsa yaitu:
-          Bumi atau tempat tinggal
-          Semangat suatu bangsa
-          Lingkungan
Tetapi menurut saya terdapat beberapa hal penting lagi yang harus di perhatikan seperti:
-          Cara pemerintah dalam mengatur bangsa tersebut
-          Kecintaan masyarakat terhadap suatu bangsa

Dengan demikian wawasan nasional suatu bangsa  adalah cara pandang suatu bangsa yang telah me-negara tentang diri dan lingkungan dalam eksitensi yang saling berhubungan dan dalam pembangunan di lingkungan nasional, regional, serta global.

b.      Teori Kekuasaan
Bila membicarakan tentang teori kekuasaan, pastinya  akan lekat dalam pikiran tentang ilmu politik,pemerintahan dan jabatan. Bangsa Indonesia yang berideologikan Pancasila menganut paham tentang perang dan damai. Yang bisa diartikan “Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan”. Dan Bangsa Indonesia tidak mengembangkan ajaran tentang kekuasaan dan adu kekuatan, karna hal itu mengandung benih persengketaan dan ekspansionisme.

c.      Teori geopolitik
Geopolitik adalah ilmu yang mempelajari tentang pilitik dan diukur dari aspek geografi suatu bangsa tersebut. Atau dapat disebut dengan awal mula tindakan politik untuk memperjuangkan dan mendapatkan kemerdekaaan dan kebebasaan. Geopolitik Indonesia menganut paham sebagai kepulauan berdasar ARCHIPELAGO CONCEPT yaitu laut sebagai penghubung daratan sehingga negara menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai tanah air atau sering kita sebut negara kepulauan. Geopolitik Indonesia didasarkan atas nilai Ketuhanan dan kemanusian seperti yang tertera pada pembukaan UUD 1945.


Wawasan Nasional Indonesia

1.      Wawasan Nasional Indonesia
Wawasan nasional bangsa Indonesia adalah wawasan nusantara yang merupakan pedoman bagi proses pembangunan nasional menuju tujuan nasional. Dalam kehidupannya, bangsa Indonesia tidak terlepas dari pengaruh interaksidan interelasi dengan lingkungan sekitarnya (regional atau internasional). Jadi setiap negara tuh pasti akan terpengaruh dengan lingkungan sekitarnya termasuk Indonesia pula yang terpengaruh akan semua kehidupan yang lebih maju dan modernnya.

2.      Latar Belakang Filosofi
Terdapat bebrapa aspek pada Latar Belakang Filosofi Wawasan Nusantar seperti:

a.      Berdasarkan filosofi pancasila
Berdasarkan falsafah pancasila, manusia adlah makhluk ciptaan Tuhan yang mempunyai naluri, akhlak, akal, daya pikir, dan sadar yang dapat atau serba dan saling terhubung dengan sesamanya, lingkungan dan alam semesta penciptanya. Dan karna manusia memiliki kesadaran yang di pengaruhi oleh lingkungan maka manusia pun akan mempunyai sebuah atau sesuatu inovasi.
Nilai-nilai Pancasila juga tercakup dalam penggalian dan pengembangan wawasan, sebagai berikut:
1.      Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
2.      Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
3.      Sila Persatuan Indonesia

Sebetulnya menurut saya tidak hanya terdapat dalam Pancasila makhluk ciptaan Tuhan tuh mempunyai naluri, akhlak,dll bahkan menurut saya semua orang bangsa dll memiliki pengembangan dan pemikiran yang sama dengan falsafah pancasila tersebut.

b.      Berdasarkan Kewilayahan  Nusantara
Geografi adalah wilayah yang terdapat dan terbentuk secara ilmiah oleh alam nyata. Geografis pun merupakan modal dalam membentuk suatu Negara merukapan suatau gerak hidup suatu bangsa yang di dalamnya  itu terdapat sumber kekayaan alam dan penduduk.
Pada saat Indonesia merdeka sekitar tahun 1945, Indonesia masih mengikuti territorial Zee En Maritime Ordonanttie 1939, dimana lebar laut wilayah Indonesia adalah 3 mil di ukur dari garis air rendah dari masing-masing pantai pulau Indonesia. Deklarasipun manyatakan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan.

c.      Berdasarkan Sosial Budaya
Budaya atau kebudayaan dalam arti etimologid adalah segala suatu yang dihasilkan oleh kekuatan budi manusia. Karena manusia tidak hanya bekerja  dangan kekuatan budinya melainkan juga dengan perasaan, inajinasi, dan kehendak atau kemauannya, menjadi lebih lengkap jika kebudayaannya di ungkap sebagai cita, rasa, dan karsa.
Dan masyarakat Indonesia sudah terlihat dan terbentuk dengan ciri kebudayaan yang sangat beragam. Dan hampir setiap tempat , setiap suku memiliki kebudayaan yang sangat beragam. Nah kebudayaan itu pun sangat erar hubungannya dengan aspek-aspek yang ada di atas, karna kebudayaan itu terpengaruh dari wilayah yang berbeda. Indonesia memiliki pulau yang banyak yang berbeda,dan disitu pula Indonesia memiliki kebudayaan yang berbeda dan beragam sietip pulau.

So.. sebagai anak muda yang berprestasi kita harus selalu menjaga, menjungjung tinggi kebudyaan Indonesia agar cita rasa kebudayaannya tidak hilang dan bisa dirasakan oleh generasi-generasi lainnya. Dan yang paling penting kita harus mencinta kebudayaan kita walapun beragam dan banyak. Setidaknya CINTAILAH kebudayaan dari daerah asal kamu tinggal.. hhe

3.      Implementasi Wawasan Nusantar Dalam Kehidupan Nasional
Dalam implementasi wawasan nusantara bagaimana kita harus mendahulukan kepentingan bersama dari pada mengutamakan kepentingan pribadi , Wawasan Nusantara menjadi pola yang mendasari cara berpikir , bersikap , dan bertindak dalam rangka menghadapi , menyikapi , atau menangani berbagai permasalahan menyangkut kehidupan bermasyarakat , berbangsa , dan bernegara. Implementasi Wawasan Nusantara senantiasa berorientasi pada kepentingan rakyat dan wilayah tanah air secara utuh dan menyeluruh seperti:
·         Implementasi dalam kehidupan pilitik
·         Implementasi dalam kehidupan ekonomi
·         Implementasi dalam kehidupan sosial budaya
·         Implementasi dalam kehidupan hankam

Dalam implementasi di atas semuanya merujuk sama bagaimana kita harus mendahulukan kepentingan umum di bangsa Indonesia ini. Tetapi untuk saat ini hanya teori saja yang bisa kita rasakan untuk implementasi-implementasi diatas. Kenapa saya  berpenpendapat seperti itu? Ya bisa dilihat contohnya untuk hari ini dalam implemntasi politik pemerintah ya pemerintah, bukan pemerintah sebagai penjelmaan rakyat, memang ada yang real dengan teori kehidupan politik itu tetapi hanya beberapa pemerintah saja. Kalau hanya beberapa pemerintah saja itu tidak akan merubah banyak pemerintah sebagai penjelmaan masyarakat.


WAWASAN NUSANTARA
Wawasasan Nusantara merupakan ajaran yang diyakini kebenerannya oleh seluruh rakyat yang bertujuan agar tidak ternjadi penyimpangan untuk mencapai  dan mewujudkan tujuan nasional.

a.      Unsur Dasar
Unsur dasar merupakan suatu tempat  yang menampung segala aspek wawasan nusantara yang dilaksanakan oleh masyarakat. Dan unsur-unsurnya tuh seperti:
·         Wadah: wadah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk beraneka ragam.
·         Isi : yaitu aspirasi bangsa yang berkembang dimasyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional bangsa Indonesia.
·         Tata Laku: yaitu hasil interaksi antara adah dan isi wawasan yang terdiri dari data laku batiniah dah lahiriah.

b.      Hakekat Nusantara
Hakekat nusantara adalah kebutuhan nusantara atau nasioal, dalam pengertian cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional. Yang berarti setiap warga dan pemerintah harus berfikir, bagaimana bertindak dan bersikap secara utuh dalam lingkungan dan demi kepentingan bangsa.
c.      Wawasan Nusantara
Merupakan ketentuan dasar yang harus di patuhi, ditaati, dipelihara dan diciptakan agar terwujud demi tetap taat dan senantiasa untuk membentuk bangsa indonesia terhadap kesepakatan baersama. Asas wawasan nusantara terdiri dari:
·         Kepentingan atau tujuan yang sama,
·         Keadilan,
·         Kejujuran,
·         Solidaritas,
·         Kerjasama,
·         Kesetiaan terhadap kesepakatan.
d.      Fungsi Nusantara
Fungsi nusantara adalah pedoman, motivasi, dorongan serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanan, keputusan, tindakan dan perbuatan, baik bagi penyelanggaraan negara ditingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat dalam kehidupan.

e.      Tujuan Nusantara
Tujuan nuantara adalah bagaimana mewujudkan nasionalisme yang tinggi disegala bidang dari rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan perorangan, kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah.

f.        Implementasi Nusantar
·        Implementasi dalam kehidupan politik
Menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis, mewujudkan pemerintahan yang kuat, aspiratif, dan dipercaya
·        Implementasi dalam kehidupan ekonomi
Meciptakan kehidupan ekonomi yang baik benar dan terjamin untuk kesejahteraan bangsa.
·        Implementasi dalam kehidupan sosial budaya
Menciptakan sosial budaya dalam batiniah dan segalan bentuk lahiriah agar dapat menghormati perbedaan
·        Implementasi dalam kehidupan pertahanan keamanan
Menumbuhkan kesadaran akan kecintaan terhadap tanah air dan membentuk sikap bela negara pada setiap WNI.

Kesimpulan: Wawasan Nusantar itu adalah bagaimana carap pandang atau cara lihat suatu bangsa dalam semua aspek seperti ekonomi, politik, dan budaya. Dan semua aspek tersebut memiliki kaitan yang saling erat untuk mewujudkan bagaiman memakmurkan atau mensejahterakan suatu bangsa atau masyarakatnya tersebut.



Jumat, 23 November 2012

BUDAYA KERJA


Budaya kerja
Budaya Kerja adalah suatu falsafah dengan didasari pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat, kebiasaan dan juga pendorong yang dibudayakan dalam suatu kelompok dan tercermin dalam sikap menjadi perilaku, cita-cita, pendapat, pandangan serta tindakan yang terwujud sebagai kerja. (Sumber : Drs. Gering Supriyadi,MM dan Drs. Tri Guno, LLM ). Budaya kerja memiliki tujuan untuk mengubah sikap dan juga perilaku SDM yang ada agar dapat meningkatkan produktivitas kerja untuk menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang.
Cakupan makna setiap nilai budaya kerja tersebut, antara lain:
1.      Disiplin; Perilaku yang senantiasa berpijak pada peraturan dan norma yang berlaku di dalam maupun di luar perusahaan. Disiplin meliputi ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan, prosedur, berlalu lintas, waktu kerja, berinteraksi dengan mitra, dan sebagainya.
2.    Keterbukaan; Kesiapan untuk memberi dan menerima informasi yang benar dari dan kepada sesama mitra kerja untuk kepentingan perusahaan.
3.      Saling menghargai; Perilaku yang menunjukkan penghargaan terhadap individu, tugas dan tanggung jawab orang lain sesama mitra kerja.
4.      Kerjasama; Kesediaan untuk memberi dan menerima kontribusi dari dan atau kepada mitra kerja dalam mencapai sasaran dan target perusahaan
Ada empat macam fungsi budaya kerja yang sangat penting dalam membawa organisasi menuju sukses. Pertama, identitas organisasi (simbol dan harapan), sehingga anggota organisasi merasa bangga terhadap organisasinya dan pihak eksternal menaruh respek.
Kedua, kestabilan organisasi sehingga secara internal seluruh karyawan merasa tenang dan yakin, demikian pula pihak eksternal yang berkepentingan. Ketiga alat pendorong organisasi, sehingga mampu menjadi dasar dan pendorong untuk mencapai tujuan organisasi. Keempat, komitmen organisasi sehingga mampu sebagai katalisator dalam membentuk komitmen untuk pelaksanaan berbagai ide atau suatu rencana strategis.

Budaya perusahaan
Ø  Pengertian 
Budaya Perusahaan perlu diklarifikasi terus ke karyawan, karena persepsi bisa saja berbeda. Passion bagi perusahaan tidak sama dengan passion bagi karyawan. Budaya bukan hanya sikap kerja karyawan tapi juga dari setiap elemen usaha : SOP, tatanan organisasi, layout kantor, kemasan produk, dan lain sebagainya. Budaya kerja yang seirama dengan karakter karyawan tentu membuat karyawan merasa lebih terikat dengan perusahaan & bersemangat mencapai target. Budaya kerja perlu dikaitkan dengan sistem evaluasi karyawan. Sehingga karyawan yang mampu beradaptasi dengan baik juga mendapat penghargaan.
Dengan sistem seleksi yang tepat , sosialisasi yang tepat serta sistem evaluasi tingkah laku yang tepat maka diharapkan setiap karyawan bisa bekerja dengan budaya yang seragam. Sehingga pelanggan kita juga akan melihat perusahaan kita punya karakter khusus yang mereka identikkan dengan karakter Merk/brand usaha kita. Setiap perusahaan yang ada di negara manaoun memiliki kebudayaan organisasi yang berbeda dalam meningkatkan kemajuan sebuah perusahaan berdasarkan pada interaksi para karyawan dalam menjalankan tugas serta kewajiban mereka .

Ø  Budaya melayani dalam perusahaan

Tidak ada bisnis yang bertahan tanpa konsumen. Seringkali kelangsungan bisnis sendiri sangat tergantung bagaimana perusahaan memperlakukan konsumennya. Pelayanan jasa yang baik banyak menentukan bagaimana hasil akhir yang didapat dan tingkat kepuasan konsumen itu. Namun sebelum agar dapat dilakukan dengan baik, pembentukan dimulai dari internal organisasi. Berikut ini adalah enam hal yang perlu diperhatikan perusahaan agar dapat memberikan pelayanan yang baik:

§  Semua bisnis adalah memiliki unsur jasa
Apa pun bisnis yang dijalani pasti memiliki elemen jasa di dalamnya meskipun bisnis bergerak di sektor produksi atau manufaktur. Bagaimana pun semua bisnis tentu berhubungan dengan konsumen dan terdapat proses dimana perusahaan menyampaikan atau mengantarkan produk pada konsumen. Saat titik singgung dengan konsumen, pasti terdapat unsur jasa. Oleh karena itu penting bagi perusahaan, apa pun bentuknya untuk memiliki jiwa untuk melayani dengan baik.
§  Menghilangkan kebijakan, prosedur, dan sistem yang buruk
Ada beberapa kebijakan yang dapat menghambat dalam memberikan pelayanan kepada konsumen. Beberapa birokrasi memperlambat ruang gerak dalam memberikan pelayanan. Dan tentu saja proses pemberian pelayanan yang lama akan mempengaruhi kepuasan konsumen. Untuk itu sebaiknya secara berkala dilakukan review terhadap kebijakan dan sistem yang dijalankan, kemudian menghilangkan segala sesuatu yang tidak perlu.
§  Memberdayakan karyawan
Bila telah dirasa memiliki kemampuan mencukupi, karyawan sebaiknya diberi keleluasan untuk mengambil keputusan yang perlu dalam pelayanan konsumen. Penyesuaian sebaiknya dapat dilakukan secepat mungkin agar konsumen dapat terlayani dengan baik. Hal ini dapat dimulai dengan memberikan otoritas kepada konsumen untuk melakukan sesuatu bilamana perlu dengan batasan yang cukup jelas.
§  Dimulai dari proses perekrutan
Karakter orang sedikit banyak akan mempengaruhi bagaimana jasa disampaikan. Untuk itu penting bagi perusahaan untuk memilih orang yang paling sesuai dengan karakter perusahaan dan dirasa dapat menyampaikan jasa dengan baik
§  Pelatihan karyawan setiap 4- 6 bulan sekali
Agar tidak monoton dan terlalu kaku, kita dapat membekali karyawan dengan pelatihan-pelatihan yang sifatnya menyegarkan. Tidak ada yang namanya pembicara ajaib atau training hebat yang dapat mengubah seseorang sekejab mata. Perlu ada pembeharuan ilmu dan kemampuan secara berkala.
§  Melakukan pengukuran hasil finansial
Agar dapat melakukan evaluasi dan melakukan perbaikan dengan baik, pengukuran sebaiknya dirancang agar dapat mengukur dengan baik sejauh apa pengaruhnya pada kinerja perusahaan




Budaya hotel dan rumah sakit
Ø  Pengertian
Di beberapa rumah sakit, suatu rencana strategik (renstra) yang telah berhasil disusun oleh suatu tim khusus dan disahkan oleh pimpinan tidak berjalan mulus dalam penerapannya. Sebab hal itu terjadi karena ternyata tidak didukung oleh komitmen karyawan terhadap nilai-nilai dan keyakinan dasar. Untuk membangun komitmen tinggi itulah diperlukan dukungan suatu kultur atau budaya organisasi rumah sakit yang positif.
Ø  Budaya Melayani
Bila di hotel atau rumah sakit melayani tamu atau pasien selama 24 jam dengan pembagian jadwal shift kerja bagi karyawannya dan management pun penting dalam membangun budaya melayani dengan alasan sebagai berikut:

1.      Managementlah yang memiliki otoritas untuk membuat visi dan mampu mengerakan perusahaan untuk mencapai visi tersebut
2.      Membangun budaya melayani perlu adanya perubahan sikap dari seluruh jajaran dari top to down karena perlu sekali komitmen yang kuat dari manegement dalam membangun budaya melayani
3.      Membangun budaya melayani tidak dapat dilakukan dalam sekejap, perlu proses, karna untuk meningkatkan konsistensi perusahan ke level yang lebih tinggi
4.      Manegement merupakan contoh (role mode) bagi karyawannya
5.      Membangun budaya melayani perlu dan untuk training karyawan dan perlu juga teknologi yang menunjang.

Budaya kerja pabrik
Ø  Pengertian
Langkah yang serius harus dilakukan oleh perusahan atau pabrik untuk mencapai cita-cita yang dikehendaki  maka tiap karyawan perlu mengoptimumkan mutu sumberdayanya. Bentuk ukuran SDM karyawan yang optimum yaitu produktivitas kerja yang maksimum. Dalam konteks budaya kerja pabrik, produktivitas tidak dipandang hanya dari ukuran fisik tetapi juga  dari ukuran produk sistem nilai. Karena di pabrik suatu program untuk melakukan percepatan pembaharuan operasional pabrik secara baik dan efisien. Karyawan unggul menilai produktivitas atau produktif adalah sikap mental: Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik daripada sekarang. Jadi kalau seorang karyawan bekerja, dia akan selalu berorientasi pada ukuran nilai produktivitas  atau minimal sama dengan standar kinerja perusahaan. Dengan kata lain, bekerja produktif sudah merupakan  panggilan jiwa dan disemangati  dengan amanah atau komitmen tinggi sehingga  menjadi bagian dari etos kerja keseharian (terinternalisasi): Tanpa diinstruksikan atasan karyawan seperti ini  akan bertindak produktif. Inilah yang disebut sebagai budaya kerja.
Ø  Budaya melayani
Budaya melayani di pabrik pada biasanya pabrik itu membuat peraturan sendiri dengan memberikan kerja dengan pembagian shift. Dan shift yang biasa di pakai yaitu shift pagi, siang, dan malam.







BUDAYA KERJA


Budaya kerja
Budaya Kerja adalah suatu falsafah dengan didasari pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat, kebiasaan dan juga pendorong yang dibudayakan dalam suatu kelompok dan tercermin dalam sikap menjadi perilaku, cita-cita, pendapat, pandangan serta tindakan yang terwujud sebagai kerja. (Sumber : Drs. Gering Supriyadi,MM dan Drs. Tri Guno, LLM ). Budaya kerja memiliki tujuan untuk mengubah sikap dan juga perilaku SDM yang ada agar dapat meningkatkan produktivitas kerja untuk menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang.
Cakupan makna setiap nilai budaya kerja tersebut, antara lain:
1.      Disiplin; Perilaku yang senantiasa berpijak pada peraturan dan norma yang berlaku di dalam maupun di luar perusahaan. Disiplin meliputi ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan, prosedur, berlalu lintas, waktu kerja, berinteraksi dengan mitra, dan sebagainya.
2.    Keterbukaan; Kesiapan untuk memberi dan menerima informasi yang benar dari dan kepada sesama mitra kerja untuk kepentingan perusahaan.
3.      Saling menghargai; Perilaku yang menunjukkan penghargaan terhadap individu, tugas dan tanggung jawab orang lain sesama mitra kerja.
4.      Kerjasama; Kesediaan untuk memberi dan menerima kontribusi dari dan atau kepada mitra kerja dalam mencapai sasaran dan target perusahaan
Ada empat macam fungsi budaya kerja yang sangat penting dalam membawa organisasi menuju sukses. Pertama, identitas organisasi (simbol dan harapan), sehingga anggota organisasi merasa bangga terhadap organisasinya dan pihak eksternal menaruh respek.
Kedua, kestabilan organisasi sehingga secara internal seluruh karyawan merasa tenang dan yakin, demikian pula pihak eksternal yang berkepentingan. Ketiga alat pendorong organisasi, sehingga mampu menjadi dasar dan pendorong untuk mencapai tujuan organisasi. Keempat, komitmen organisasi sehingga mampu sebagai katalisator dalam membentuk komitmen untuk pelaksanaan berbagai ide atau suatu rencana strategis.

Budaya perusahaan
Ø  Pengertian 
Budaya Perusahaan perlu diklarifikasi terus ke karyawan, karena persepsi bisa saja berbeda. Passion bagi perusahaan tidak sama dengan passion bagi karyawan. Budaya bukan hanya sikap kerja karyawan tapi juga dari setiap elemen usaha : SOP, tatanan organisasi, layout kantor, kemasan produk, dan lain sebagainya. Budaya kerja yang seirama dengan karakter karyawan tentu membuat karyawan merasa lebih terikat dengan perusahaan & bersemangat mencapai target. Budaya kerja perlu dikaitkan dengan sistem evaluasi karyawan. Sehingga karyawan yang mampu beradaptasi dengan baik juga mendapat penghargaan.
Dengan sistem seleksi yang tepat , sosialisasi yang tepat serta sistem evaluasi tingkah laku yang tepat maka diharapkan setiap karyawan bisa bekerja dengan budaya yang seragam. Sehingga pelanggan kita juga akan melihat perusahaan kita punya karakter khusus yang mereka identikkan dengan karakter Merk/brand usaha kita. Setiap perusahaan yang ada di negara manaoun memiliki kebudayaan organisasi yang berbeda dalam meningkatkan kemajuan sebuah perusahaan berdasarkan pada interaksi para karyawan dalam menjalankan tugas serta kewajiban mereka .

Ø  Budaya melayani dalam perusahaan

Tidak ada bisnis yang bertahan tanpa konsumen. Seringkali kelangsungan bisnis sendiri sangat tergantung bagaimana perusahaan memperlakukan konsumennya. Pelayanan jasa yang baik banyak menentukan bagaimana hasil akhir yang didapat dan tingkat kepuasan konsumen itu. Namun sebelum agar dapat dilakukan dengan baik, pembentukan dimulai dari internal organisasi. Berikut ini adalah enam hal yang perlu diperhatikan perusahaan agar dapat memberikan pelayanan yang baik:

§  Semua bisnis adalah memiliki unsur jasa
Apa pun bisnis yang dijalani pasti memiliki elemen jasa di dalamnya meskipun bisnis bergerak di sektor produksi atau manufaktur. Bagaimana pun semua bisnis tentu berhubungan dengan konsumen dan terdapat proses dimana perusahaan menyampaikan atau mengantarkan produk pada konsumen. Saat titik singgung dengan konsumen, pasti terdapat unsur jasa. Oleh karena itu penting bagi perusahaan, apa pun bentuknya untuk memiliki jiwa untuk melayani dengan baik.
§  Menghilangkan kebijakan, prosedur, dan sistem yang buruk
Ada beberapa kebijakan yang dapat menghambat dalam memberikan pelayanan kepada konsumen. Beberapa birokrasi memperlambat ruang gerak dalam memberikan pelayanan. Dan tentu saja proses pemberian pelayanan yang lama akan mempengaruhi kepuasan konsumen. Untuk itu sebaiknya secara berkala dilakukan review terhadap kebijakan dan sistem yang dijalankan, kemudian menghilangkan segala sesuatu yang tidak perlu.
§  Memberdayakan karyawan
Bila telah dirasa memiliki kemampuan mencukupi, karyawan sebaiknya diberi keleluasan untuk mengambil keputusan yang perlu dalam pelayanan konsumen. Penyesuaian sebaiknya dapat dilakukan secepat mungkin agar konsumen dapat terlayani dengan baik. Hal ini dapat dimulai dengan memberikan otoritas kepada konsumen untuk melakukan sesuatu bilamana perlu dengan batasan yang cukup jelas.
§  Dimulai dari proses perekrutan
Karakter orang sedikit banyak akan mempengaruhi bagaimana jasa disampaikan. Untuk itu penting bagi perusahaan untuk memilih orang yang paling sesuai dengan karakter perusahaan dan dirasa dapat menyampaikan jasa dengan baik
§  Pelatihan karyawan setiap 4- 6 bulan sekali
Agar tidak monoton dan terlalu kaku, kita dapat membekali karyawan dengan pelatihan-pelatihan yang sifatnya menyegarkan. Tidak ada yang namanya pembicara ajaib atau training hebat yang dapat mengubah seseorang sekejab mata. Perlu ada pembeharuan ilmu dan kemampuan secara berkala.
§  Melakukan pengukuran hasil finansial
Agar dapat melakukan evaluasi dan melakukan perbaikan dengan baik, pengukuran sebaiknya dirancang agar dapat mengukur dengan baik sejauh apa pengaruhnya pada kinerja perusahaan




Budaya hotel dan rumah sakit
Ø  Pengertian
Di beberapa rumah sakit, suatu rencana strategik (renstra) yang telah berhasil disusun oleh suatu tim khusus dan disahkan oleh pimpinan tidak berjalan mulus dalam penerapannya. Sebab hal itu terjadi karena ternyata tidak didukung oleh komitmen karyawan terhadap nilai-nilai dan keyakinan dasar. Untuk membangun komitmen tinggi itulah diperlukan dukungan suatu kultur atau budaya organisasi rumah sakit yang positif.
Ø  Budaya Melayani
Bila di hotel atau rumah sakit melayani tamu atau pasien selama 24 jam dengan pembagian jadwal shift kerja bagi karyawannya dan management pun penting dalam membangun budaya melayani dengan alasan sebagai berikut:

1.      Managementlah yang memiliki otoritas untuk membuat visi dan mampu mengerakan perusahaan untuk mencapai visi tersebut
2.      Membangun budaya melayani perlu adanya perubahan sikap dari seluruh jajaran dari top to down karena perlu sekali komitmen yang kuat dari manegement dalam membangun budaya melayani
3.      Membangun budaya melayani tidak dapat dilakukan dalam sekejap, perlu proses, karna untuk meningkatkan konsistensi perusahan ke level yang lebih tinggi
4.      Manegement merupakan contoh (role mode) bagi karyawannya
5.      Membangun budaya melayani perlu dan untuk training karyawan dan perlu juga teknologi yang menunjang.

Budaya kerja pabrik
Ø  Pengertian
Langkah yang serius harus dilakukan oleh perusahan atau pabrik untuk mencapai cita-cita yang dikehendaki  maka tiap karyawan perlu mengoptimumkan mutu sumberdayanya. Bentuk ukuran SDM karyawan yang optimum yaitu produktivitas kerja yang maksimum. Dalam konteks budaya kerja pabrik, produktivitas tidak dipandang hanya dari ukuran fisik tetapi juga  dari ukuran produk sistem nilai. Karena di pabrik suatu program untuk melakukan percepatan pembaharuan operasional pabrik secara baik dan efisien. Karyawan unggul menilai produktivitas atau produktif adalah sikap mental: Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik daripada sekarang. Jadi kalau seorang karyawan bekerja, dia akan selalu berorientasi pada ukuran nilai produktivitas  atau minimal sama dengan standar kinerja perusahaan. Dengan kata lain, bekerja produktif sudah merupakan  panggilan jiwa dan disemangati  dengan amanah atau komitmen tinggi sehingga  menjadi bagian dari etos kerja keseharian (terinternalisasi): Tanpa diinstruksikan atasan karyawan seperti ini  akan bertindak produktif. Inilah yang disebut sebagai budaya kerja.
Ø  Budaya melayani
Budaya melayani di pabrik pada biasanya pabrik itu membuat peraturan sendiri dengan memberikan kerja dengan pembagian shift. Dan shift yang biasa di pakai yaitu shift pagi, siang, dan malam.